Tampilkan postingan dengan label Sistem Pakar. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Sistem Pakar. Tampilkan semua postingan

Selasa, 27 September 2011

Tugas-3 Sistem Pakar : Resume Teknik Inferensi

Inferensi adalah suatu proses yang digunakan dalam sistem pakar untuk menghasilkan suatu informasi baru yang diperoleh dari informasi yang telah diketahui sebelumnya. Dalam sistem pakar, proses inferensi dilakukan dalam suatu modul yang disebut Inference Engine yang berisikan program-program tentang bagaimana mengendalikan proses reasoning.
Sedangkan reasoning sendiri adalah proses yang bekerja dengan pengetahuan, fakta dan strategi pemecahan masalah untuk mengambil suatu kesimpulan. Metode-metode reasoning diantaranya adalah :
  • Deductive Reasoning

Deductive Reasoning digunakan untuk mendeduksi informasi baru dari hubungan logika pada informasi yang telah diketahui. Contoh dari deductive reasoning :

   a. Implikasi : Saya akan terlambat jika ban motor saya bocor

   b. Aksioma : Ban motor saya bocor
   c. Konklusi : Saya akan terlambat
                " IF A IS TRUE AND IF A IMPLIES B IS TRUE, THEN B IS TRUE "
  • Inductive Reasoning
Inductive Reasoning digunakan untuk

Selasa, 20 September 2011

Tugas-2 Sistem Pakar : Rule-Based System

Sistem pakar adalah sistem yang secara umum bekerja dengan mengaplikaasikan rule of thumb pada suatu pengetahuan yang direpresentasikan secara formal tanpa menggunakan metode algoritma atau statistik (JAC99). Sedangkan sistem berbasis aturan atau yang biasa dikenal dengan ruled based system lebih umum dari sistem pakar (PUP93), yaitu sistem yang

Senin, 12 September 2011

Tugas-1 Sistem Pakar : Resume Konsep Dasar dan Heuristic Search

Definisi
Sistem pakar adalah sistem yang berusaha mengadopsi pengetahuan manusia ke dalam komputer agar dapat menyelesaikan suatu permasalahan layaknya seorang ahli atau pakar. Menurut Marimin (1992), sistem pakar adalah sistem perangkat lunak komputer yang menggunakan ilmu, fakta, dan teknik berpikir dalam pengambilan keputusan untuk menyelesaikan masalah-masalah yang biasanya hanya dapat diselesaikan oleh tenaga ahli dalam bidang yang bersangkutan.

Model Penyusun Sistem Pakar
Menurut Staugaard (1987), model penyusunan sistem pakar ada 3, yaitu :
  1. Model Penerimaan Pengetahuan (Knowledge Acquisition Mode)
  2. Modul Konsultasi(Consultation Mode)
  3. Modul Penjelasan(Explanation Mode)
Manfaat Sistem Pakar
  1. Memungkinkan orang awam mengerjakan pekerjaan seorang ahli
  2. Melakukan proses secara berulang
  3. Mengambil dan melestarikan keahlian para ahli
  4. Dapat digandakan
  5. Tidak perlu biaya saat digunakan
  6. Dapat memecahkan masalah lebih cepat
  7. Hemat waktu